THORIQOH MANGAN ENAK TURU KEPENAK

image

Dulu waktu mondok aku orang yang agak gimana gitu kalau ada teman yang riyadloh puasa.. Mungkin iri karena gak bisa nglakoni. Dasarnya memang gak betah lapar.. Tiap puasa sunnah seharian yang diingat malah makan minum, jadi puasanya gak khusyu’. Akhirnya tak putuskan kalau riyadlohku untuk dekat dengan Allah tidak lewat jalur puasa tapi lewat jalur mangan enak, turu kepenak…(riyadloh model opo neh iki)
Setelah lama hal itu berlalu kurang lebih 14 tahun, akhirnya aku dapat penjelasan ilmiah disertai dengan hujjah yang shohih setelah ikut ngaji sama gus Baha’.
Jadi begini, Allah sangat ridlo terhadap hamba-Nya yang setiap makan sesuap kemudian memuji Allah,  minum seteguk memuji Allah.
عن أنس بن مالك عن النبي قال : إن الله ليرضى عن العبد أن يأكل الاكلة فيحمده عليها أو يشرب الشربة فيحمده عليها (صحيح مسلم ٢ ص ٤٧٨)،(مسند أحمد ٥ ص ٣٣٦)
Dengan makan dan minum kita merasakan betapa Allah sayang sekali sama kita.. Orang yang banyak dosa, yang sering lupa untuk bersyukur tetap diberi limpahan kasih sayang.
Dengan makan minum juga terasa lemahnya kita, manusia yang katanya makhluk hebat ternyata kalau gak makan gak minum akan mati.
Dengan makan minum seharusnya kita bisa mengubur kesombongan. Kita yang ngakunya makhluk berakal ternyata membutuhkan makhluk yang tak berakal seperti tanaman, hewan.
Dengan makan dan minum kita jadikan energi supaya kita bisa menegakkan sholat.
Nikmatnya makan sama dengan nikmatnya Sholat. Lewat makan minum kita bisa sangat dekat dengan Allah sama seperti ketika sholat.

تيسر إستعمال الطعام نعمة كالصلاة، فكما أن الصلاة ما شرعت إلا لحضور العبد فيها بقلبه مع ربه تبارك وتعالى، فكذلك الحكم مشروعية الأكل والشرب، ما شرعا إلا ليحضر العبد فيهما مع احسن بهما إليه

Tidur pun bisa jadi alat dekat dengan Allah. Kok bisa?
Yang namanya taat adalah menjalankan perintah meninggalkan larangan. Nah orang yang tidur itu sedang menjalankan separo taat yakni meninggalkan larangan. Namanya tidur kan gak ngrasani, gak mungkin juga maksiat.
Ada cerita seorang waliyullah yang ibadah siang malam tanya sama Allah, siapa kah orang yang sederajat dengan dia, kemudian Allah menunjukkan wali Nya yang kerjaannya cuma tidur, bangun cuma untuk sholat, makan, tidur lagi.. Si wali yang ahli ibadah gak nrimo.. Bagaimana mungkin dia yang ahli ibadah disaingi orang yang kerjaannya cuma tidur. Dia lalu bertanya, kok bisa sama itu gimana?
Wali yang kerjaannya tidur menjawab “aku tidur dalam rangka ninggal maksiat, dunia dan seisinya sudah diurus sama Allah..”
Apalagi jika tidur diniatkan supaya punya energi untuk ibadah, jadilah tidur juga bernilai ibadah pula.

Oke bro….. Ayo MANGAN SENG ENAK TURU SENG KEPENAK..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s