road to birrul walidain

Berangkat ba’da dhuhur dari rumah.mampir sebentar makan siang dengan menu ikan bakar.Amboi lama nian harus nunggu..akhirnya matang juga.Menyusuri jalan raya yang makin padat jelang malam tahun baru..
jogja-magelang kian padat saja.jarak tempuh yang biasa ditempuh 1 jam jadi 2 jam.Pemerintah harusnya berani bikin regulasi untuk menekan melonjaknya jumlah kendaraan.
Terasa betul kita semakin terjajah oleh Honda,Yamaha,Suzuki,Toyota,Daihatsu,Hino.Jepang terus saja memborbardir dengan produk-produk terbarunya.Diperparah lagi dengan regulasi lising yang menambah subur angka orang berhutang.
Ada jamaah konseling saya yang punya pendapatan 30 juta per bulan ternyata punya hutang 130 juta.Salah satu beban utangnya ya utang ke Finance untuk mengkredit mobil.Fasilitas umum yang tak terurus,kenyamanan yang gak nyaman bikin banyak orang milih untuk bawa kendaraan sendiri(meskipun banyak yang ngrental).
Lah kok jadi kemana-mana..balik ke pokok persoalan.Birrul walidain tuh salah satu ibadah yang tergolong berat.Kalo seperti saya yang orang rantau,ketika mau silaturahim harus ninggalin beberapa agenda,harus nyiapin tenaga dan biaya juga..(Semoga Allah membalas semuanya).
Suatu kali pernah terbersit di benakku ketika ibu gerah,bahwa demi sungkem kepada beliau aku rela ninggalin semuanya demi menggapai ridlonya.Bukankah surga di telapak kaki ibu??
Seringkali ibu cerita kepadaku gimana dulu proses kelahiranku.Antara hidup dan mati dah..dari cerita mak–emang aku memanggilnya mak–ketika mau nglahirin aku gak bisa bisa dengan cara normal harus di caesar(bener gak sih ejaannya???).Dari rumah dibawa ke rumah sakit Mardi Rahayu Kudus,ternyata disana gak bisa ngatasin padahal nih kepalaku katanya dah keliatan,tapi gak mau keluar.Akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit dr.Kariadi Semarang.Sampai disana keputusan dokter bahwa bayi ini harus dioperasi.Akhirnya ya dioperasi juga,tapi harus ada tambahan darah.Dengan bantuan tetangga yang kebetulan militer,langsung gerilya dari markas PMI Semarang,Kudus,dan Jepara.Tepat malam Rabu Legi jam 21.30 tanggal 15 Januari lahir lah jabang bayi yang kelak dipanggil Aan.Cerita heroik ibu gak berhenti disitu.Beberapa hari setelah operasi sukses itu,Semarang dilanda banjir yang mengakibatkan listrik padam dan krisis air bersih.Bapakku(bapakku yang hebat!!!) sampai-sampai harus ngangsu ngambil air di jepara…kebayang kan??? ngangsu air dari semarang ke jepara???
Semua itu demi aku…Sang Anak..!!!
Semua itu terjadi di tahun 80…!!!
Semua itu demi Cinta..!!!
Semua itu demi Kasih Sayang..!!!
Hari ini ibu sudah susah payah jalan.Bapak juga sering sakit-sakitan..
Hari ini,kutinggalkan semua yang ada di Jogja demi untuk Sowan kedua orang tua..mempersembahkan baktiku yang gak seberapa..mencium tangan mereka…bersimpuh di kaki mereka…mengharap doa dan ridlo mereka..

Suatu sore di sepanjang jalan dari jogja ke Jepara….
Penghujung 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s